Minggu, 05 April 2015

Pengembangan Kreativitas dan keberbakatan (2)

A. Teori- Teori mengenai kreativitas
I. Teori- teori  pendorong kreativitas meliputi
Kreativitas agar dapat terwujud diperlukan dorongan dari individu (motivasi intrinsik) maupun dorongan dari lingkungan (motivasi ekstrinsik)

1. Motivasi Intrinsik dari Kreativitas
Setiap individu memiliki kecenderungan atau dorongan mewujudkan potensinya, mewujudkan dirinya, dorongan berkembang menjadi matang, dorongan mengungkapkan dan mengaktifkan semua kapasitasnya.
Dorongan ini merupakan motivasi primer untuk kreativitas ketika individu membentuk hubungan-hubungan baru denganlingkungannya dalam upaya manjadi dirinya sepenuhnya. (Rogers dan Vernon 1982)

2. Kondisi eksternal yang mendorong perilaku kreatif
Kretaivitas memang tidak dapat dipaksakan, tetapi harus dimungkinkan untuk tumbuh, bibit unggul memerlukan kokdisi yang memupuk dan memungkinkan bibit itu mengembangkan sendiri potensinya.
Bagaimana cara menciptakan lingkungan eksternal yang dapat memupuk dorongan dalam diri anak (internal) untuk mengembangkan kreativitasnya?
Menurut pengalaman Carl Rogers dalam psikoterapi adalah dengan menciptakan kondisi keamanan dankebebasan psikologis.
1.Keamanan psikologis
Ini dapat terbentuk dengan 3 proses yang saling berhubungan:
Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelabihan dan keterbatasannya.
Mengusahakan suasana  yang didalamnya evaluasi eksternal tidak ada / tidak mengandung efek mengancam. Evaluasi selalu mengandung efek mengancam yang menimbulkan kebutuhan akan pertahanan ego.
Memberikan pengertian secara empatis
Dapat menghayati perasaan-perasaan anak, pemikiran-pemikirannya, dapat melihat dari sudut pandang anak dan dapat menenrimanya, dapat memberikan rasa aman.
2. Kebebasan psikologis
Apabila guru mengijinkan atau memberi kebebasan kepada anak untuk mengekspresikan secara simbolis (melalui sajak atau gambar) pikiran atau perasaannya. Ini berarti mmebrei kebebasan dalam berfikir atau merasa apa yang ada dalam dirinya.

II. Teori-Teori tentang proses kreatif, meliputi

A. Teori Wallas
Wallas dalam bukunya “The Art of Thought” menyatakan bahwa proses kreatif meliputi 4 tahap :
Tahap Persiapan, memperisapkan diri untuk memecahkan masalah dengan mengumpulkan data/ informasi, mempelajari pola berpikir dari orang lain, bertanya kepada orang lain.
Tahap Inkubasi, pada tahap ini pengumpulan informasi dihentikan, individu melepaskan diri untuk sementara masalah tersebut. Ia tidak memikirkan masalah tersebut secara sadar, tetapi “mengeramkannya’ dalam alam pra sadar.
Tahap Iluminasi, tahap ini merupakan tahap timbulnya “insight” atau “Aha Erlebnis”, saat timbulnya inspirasi atau gagasan baru.
Tahap Verifikasi, tahap ini merupakan tahap pengujian ide atau kreasi baru tersebut terhapad realitas. Disini diperlukan pemikiran kritis dan konvergenProses divergensi (pemikiran kreatif) harus diikuti proses konvergensi (pemikiran kritis).

B.Teori belahan Otak Kiri dan Otak Kanan
Sejak anak lahir, gerakannya belum berdifensiasi, selanjutnya baru berkembang menjadi pola dengan kecenderungan kiri atau kanan. Hampir setiap orang mempunyai sisi yang dominan. Pada umunya orang lebih biasa menggunakan tangan kanan (dominasi belahan otak kiri), tetapi ada sebagian orang kidal (dominan otak kanan). Terdapat “dichotomia” yang membagi fungsi mentala menjadi fungsi belahan otak kanan dan belahan otak kiri.
Teori ini walaupun didukung data empiris, namun masih memerlukan pengkajian lebih lanjut (Dacey, 1989 : Piirto 1992).
Belahan Otak Kiri
Belahan Otak Kanan
Intelek
Konvergen
Intelektual
Rasional
Verbal
Horizontal
Konkret
Realistis
Diarahkan
Diferensial
Sekunsial
Historikal
Analitis
Eksplisit
Objektif
Suksesif
Intuisi
Divergen
Emosional
Metaforik, intuitif
Nonverbal
Vertikal
Abstrak
Impulsif
Bebas
Eksistensial
Multipel
Tanpa batas waktu
Sintesis, holitik
Implisit
Subjektif
Simultan














III. Teori- teori yang melandasi produk kreatif, meliputi
Pada pribadi yang kreatif, bila memiliki kondisi pribadi dan lingkungan yang memberi peluang bersibuk diri secara kreatif (proses), maka dapat diprediksikan bahwa produk kreatifnya akan muncul.

A. Penilaian Produk Penemunan dalam Hukum Paten

Hukum paten di Amrika Serikat mempertimbangkan unsur-unsur berikut dalam berikut dalam memberikan paten infentor:
(1)   Kegiatan intelektual yang bermutu mendahului penemuan atau rekaan.
(2)    Gagasan jelas untuk mengatasi masalah atau kesulitan khusus.
(3)   Jumlah eksperimentasi yang dilakukan sebelum mencapai produk baru dianggap penting.
(4)   Sejauh mana mengalami kegagalan.
(5)   Produk harus berguna dan meruakan kemajuan.
(6)   Produk terutma dinilai kreatif jika ada orang-orang dalam bidang kegiatan tersebut        sebelumnya menunjukan keragu-raguan (skepticism) tentang kemungkinan penemuan yang baru.
(7)   Produk harus memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi.

B. Model dari Besemer dan Treffinger

Besemer dan Treffinger menyarankan bahwa produk kreatif dapat digolongkan menjadi tiga kategori, yaitu:

 (1) kebaruan (novelty) atau sesuatu yang baru
(2) pemecahan (resolution), dan
 (3) keterperincian (elaboration) dan sintetis.

Kebaruan adalah sejauh mana produk itu baru, dalam haljumlah dan luas proses yang baru, teknik baru, bahan baru, atau konsep baru yang terlibat, dalam hal di luar dan di dalam lapangan/bidang dan dalam hal dampak produk kreatif di masa depan. Pemecahan (resoluution) menyangkut derajat sejauh mana produk itu memenuhi kebutuhan untuk mengatasi situasi bermasalah. Tiga kriteria dalam dimensi ini adalah, bahwa produk itu harus bermakna (valuable) menurut para pengamat, karena memenuhi kebutuhan harus logis, dengan mengukuti aturan yang ditentukan dalam bidang tertentu dan harus berguna, yaitu dapat diterapakan secara praktis.
Elaborasi dan sintetis. Dimensi merujuk pada derajat sejauh mana produk itu menggabungkan unsur-unsur yang tidak sama/serupa menjadi kesekuruhan yang canggih dan koheren. Lima kriteria untuk menilai hal ini adalah produk itu harus organis, yaiu mempunyai arti inti dalam penyusunan produk, elegan yaitu canggih mempunyai nilai lebih dari yang tampak, komplek yaitu berbagai unsur digabung pada satu tingkat atau lebih, dapat dipahami karena tampil secara jelas, dan menunjukkan keterampilan atau keahlian yang baik, dikerjakan secara saksama. Sebagai contoh, lukisan anak jika dinilai dengan kriteria orang dewasa, mungkin tidak termasuk kreatif, karena sudah pernah dibuat sebelumnya oleh anak lain. Namun, ditinjau dari tingkat perkembangan anak, misalnya ia belum pernah membuatnya sebelumnya dan lukisannya tidak merupakan tiruan dari contoh, maka produk anak itu dapat dikatakan termasuk kreatif.
Bersemer dan O’Quin menyimpulkan dasar pertimbangan mereka untuk mencoba mengukur kualitas produk kreatif sebagai berikut:
“kita tidak ingin membunuh lahirnya karya seni penilaian yang terlalu rumit, tetapi untuk karya ilmiah penilaian atas daya tarik magis, kurang memuaskan. Mungkin dalam bidang analisis produk diperlukan kerjasama antara seni dan sains.

C. Model Penilaian Kreativitas dalam Mengarang

Penilaian :
1.            Kelancaran
                   *       Sangat lancar (Skor 5)            *       Kurang (Skor 2)
                   *       Cukup lancar (Skor 4)            *        Tidak lancar (Skor 1)
                   *       Lancar (Skor3)

2.Kelenturan, meliputi kelenturan dalam struktur kalimat dan kelenturan dalam isi atau gagasan.

   a.   Kelenturan dalam struktur kalimat
1.      Keragaman dalam bentuk kalimat: sederhana,gabungan dan    kompleks
2.      Keragaman dalam penggunaan kalimat: deklaratif,interogatif, eksklamatoris
3.      Keragaman dalam panjang kalimat: kalimat singkat (kurang dari 5 kata), kalimat panjang (lebih dari 10 kata)
a.       Kelenturan dalam konten atau gagasan
1.      imajinasi : menunjukkan imajinasi kaya atau kurang
2.      fantasi : memiliki daya khayal yang tinggi atau tidak

3.            Keaslian (orisinalitas)
1.      Orisinalitas dalam tema, baru/tidak lazim digunakkan atau tidak
2.      Orisinalitas dalam pemecahan atau akhir cerita, akhir cerita tidak diduga/menimbulkan kejutan.
3.      Humor: karangan membuat orang tertawa atau tidak
4.      Menggunakkan kata atau nama baru yang diciptakan sendiri
Orisinalitas dalam gaya penulisan.
4.      Keterperincian (Elaborasi,kekayaan)
a.       Seperti lukisan dalam cara ekspresi
b.      Emosi
c.       Empati
d.      Unsur pribadi
e.       Percakapan


B. Keberbakatan dan Kreativitas

I. Pengertian keberbakatan dan katanya dengan pengertian kreativitas yang meliputi,

A. Pengertian Keberbakatan
Bakat adalah kemampuan yang merupakan sesuatu yang melekat (inherent) dalam diri seseorang, merupakan bawaan sejak lahir dan terkait dengan struktur otak.  Definisi Columbus Group, bakat adalah 'asynchronous development', yakni kemampuan kognitif di atas rata-rata, mempunyai intensitas kuat yang dipadu dengan pengalaman dan kesadaran diri yang secara kualitatif berbeda dengan orang normal. Renzulli (1981), bakat merupakan gabungan dari tiga unsur esensial yang sama pentingnya dalam menentukan keberbakatan seseorang, yakni kecerdasan, kreativitas, dan tanggungjawab. Menurut Tedjasaputra, MS (2003), bakat adalah kondisi seseorang yang dengan suatu pendidikan dan latihan memungkinkan mencapai kecakapan, pengetahuaan dan keterampilan khusus.
Menurut Widodo Judarwanto 2007, keberbakatan adalah kemampuan intelektual atau kecerdasan diantaranya meliputi kemampuan intelektual musik, matematika, fisika, kimia, elektronika, informasi tehnologi, bahasa, olahraga dan berbagai tingkat kecerdasan di berbagai bidang lainnya yang kemampuannya jauh di atas rata-rata anak seusianya. Menurut Galton 2002, kebeberbakatan merupakan kemampuan alami yang luar biasa, diperoleh dari kombinasi sifat-sifat yang meliputi kapasitas intelektual, kemauan yang kuat, dan unjuk kerja.
Menurut Renzulli 2002, keberbakatan merupakan interaksi antara kemampuan umum dan/atau spesifik, tingkat tanggung jawab terhadap tugas yang tinggi dan tingkat kreativitas yang tinggi.  Menurut Clark (1986), keberbakatan adalah ciri-ciri universal yang khusus dan luar biasa, yang dibawa sejak lahir dan merupakan hasil interaksi dari pengaruh lingkungan. Keberbakatan ikut ditentukan oleh kebutuhan dan kecenderungan kebudayaan dimana seseorang yang berbakat itu hidup.
Dilihat dari sudut pandang berdimensi ganda, keberbakatan adalah kemampuan unjuk kerja yang tinggi di dalam aspek intelektual, kreativitas, seni, kepemimpinan, atau bidang akademik tertentu. Dalam konsep luas dan terpadu, keberbakatan merupakan kecakapan intelektual superior, yang secara potensial dan fungsional mampu mencapai keunggulan akademiak di dalam kelompok populasinya dan atau berbakat tinggi dalam bidang tertentu, seperti matematika, IPA, seni, musik, kepemimpinan sosial dan perilaku kreatif tertentu dalam interaksidengan lingkungan dimana kecakapan dan unjuk kerjanya itu ditampilkan secara konsisten.
Anak berbakat didefinisikan oleh USOE (United States Office of Education) sebagai anak-anak yang dapat membuktikan kemampuan berprestasinya yang tinggi dalam bidang-bidang seperti intelektual, kreatif, artistik, kapasitas kepemimpinan atau akademik spesifik, dan mereka yang membutuhkan pelayanan atau aktivitas yang tidak sama dengan yang disediakan di sekolah sehubungan dengan penemuan kemampuan-kemampuannya.
Karakteristik anak berbakat adalah :
·         Memiliki tingkat inisiatif, imajinasi dan kreatifitas yang juga demikian tinggi.
·         Namun sebaliknya dibalik kelebihan itu seringkali disertai penyimpangan beberapa perilaku seperti gangguan sosialisasi, emosi tinggi dan labil, agresifitas tinggi, gangguan konsentrasi, impulsifitas tinggi, gangguan tidur, hiperaktif dan beberapa gangguan perilaku lainnya.
·         Rasa tidak puas yng beralasan, yang bagi anak-anak lain puas/menerima begitu saja akan hal-hal ilmiah.
·         Kemauan untuk bekerja sendirian dalam jangka waktu yang lama.
·         Kemampuan melihat adanya hubungan di antara bermacam-macam unsur dalam satu situasi tertentu.
·         Kemampuan yang tinggi di bidang matematika, membaca, mengungkapkan ide-ide scienci, menggenerelisasikan hal-ihwal, berpikir kuantitatif.
Renzulli menarik kesimpulan bahwa yang menentukan keberbakatan seseorang pada hakikatnya adalah tiga kelompok ciri-ciri sebagai berikut:
·         Kemampuan di atas rata-rata
·         Kreativitas tinggi
·         Pengikatan diri atau tanggung jawab terhadap tugas (task commitment)

Di Indonesia pendidikan  keberbakatan menempati posisi penting dan mendapatkan legitimasi hukum. Banyak kebijakan pemerintah yang berbentuk UU,Perpu,PP dan lain sebaginya yang pada intinya mengatur tentang pendidikan khusus bagi masyarakat. Imbas dari hal itu dapat dilihat dari beberapa formulasi-formulasi yang melahirkan gagasan tentang pendidikan bagi anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus, diantaranya anak-anak berbakat yang dalam perkembangannya, hal itu terwujud dalam bentuk-bentuk pendidikan alternative semisal homeschooling,sekolah khusus dan lain-lain.


Bentuk-bentuk layanan pendidikan keberbakatan
a.       Sekolah Khusus
Sekolah Khusus merupakan sebutan lain dari lembaga pendidikan khusus. Yakni lembaga pendidikan yang menangani anak-anak dengan kebutuhan-kebutuhan yang tidak biasa. Jika ditilik dari beberapa definisi yang ada, maka tampaknya definisi yang tersusun dalam sisdiknas tampaknya telah mewakili
b.      Akselerasi
Dengan mengutip pendapat Colangelo sebagaimana di tulis oleh Reni akbar (2006), istilah akselerasi merujuk pada pelayanan yang diberikan dan kurikulum yang disampaikan. Sebagai model pelayanan, pengertian akselerasi termasuk juga taman kanak-kanak atau perguruan tinggi pada usia muda, meloncat kelas dan mengikuti pelajaran tertentu pada kelas atasnya. Sementara itu akselerasi sebagi model kurikulum akselerasi berarti mempercepat bahan ajar dari yang seharusnya dikuasai oleh siswa pada umunya. Dalam hal ini, bentuk akselerasi bisa berupa meringkas waktu belajar seperti yang seharusnya ditempuh 3 tahun menjadi 2 tahun. Dan bisa juga berupa pilihan kepada siswa untuk mengatur kecepatan belajarnya sendiri.
c.       Home Schooling
Home Schooling berarti Rumah sekolah sekolah rumah. Tampaknya nama  ini telah menggambarkan dengan begitu banyak terkait pemahaman tentang  Home Schooling itu sendiri. Memang demikian halnya sebagaimana ditulis oleh Seto Mulyadi (Kak Seto) bahwa Home Schooling merupakan bentuk sekolah atau system pendidikan  yang diselenggarakan di rumah .
  
B.     Hubungan pengertian keberbakatan dengan kreatifitas

v  Pengertian Kreativitas :
Kreatif adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang belum pernah ada sebelumnya dengan menekankan kemampuan yaitu yang berkaitan dengan kemampuan untuk mengkombinasikan, memecahkan atau menjawab masalah, dan cerminan kemampuan operasional anak kreatif.

v  Definisi Kreativitas
·   Kreativitas adalah suatu proses yang menghasilkan sesuatu yang baru, dalam bentuk suatu gagasan atau suatu objek dalam suatu bentuk atau susunan yang baru (Hurlock dalam Basuki, 2010).
·   Proses kreatif adalah munculnya dalam tindakan suatu produk baru yang tumbuh dari keunikan individu, dan dari pengalaman yang menekankan pada produk yang baru, interaksi individu dengan lingkungannya atau kebudayaannya (Rogers dalam Basuki, 2010).
·   Kreativitas adalah suatu proses upaya manusia atau bangsa untuk membangun dirinya dalam berbagai aspek kehidupannya dengan tujuan menikmati kualitas kehidupan yang semakin baik (Alvian dalam Basuki, 2010).
·   Kreativitas adalah suatu proses yang tercermin dalam kelancaran, kelenturan (fleksibilitas) dan originalitas dalam berfikir (Munandar dalam Basuki, 2010).
·   Definisi Kreativitas menurut Clark (dalam Basuki, 2010) :Clark berdasarkan hasil berbagai penelitian tentang spesialisasi belahan otak,mengemukakan : “Kretivitas merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan sifatnya terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu : berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic function of thingking, feelings, sensing and intuiting)” (Jung 1961, Clark 1986)
Menurut Hurlock kreativitas menekankan pembuatan sesuatu yang baru dan berbeda. Sedangkan Munandar menyebutkan kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru yang mencerminkan kelancaran, keluwesan dan orisinalitas dalam berpikir serta kemampuan untuk mengkombinasikan suatu gagasan. Evans juga menjelaskan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk menemukan hubungan-hubungan baru, untuk melihat suatu obyek dari perspektif baru, dan untuk membentuk kombinasi baru dari dua atau lebih konsep yang sudah ada dalam pikiran. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menemukan hubunganhubungan baru dan membuat kombinasi-kombinasi baru yang mencerminkan kelancaran, keluwesan dan orisinalitas dalam berpikir sehingga dapat menciptakan sesuatu yang baru. Dalam hal ini sesuatu yang baru tidak berarti sebelumnya tidak ada, akan tetapi sesuatu yang baru ini dapat berupa sesuatu
SUMBER :
http://karmilanoviana.blogspot.com/2012/12/keberbakatan-n-kreativitas.html
www.tuanguru.com


Minggu, 08 Maret 2015

Pengembangan Kreativitas dan Keberbakat

I. Pendahuluan

Pertanyaan :

1.definisi konsepsional atau pengertian kreativitas 4P (produk, proses, pendorong, dan pribadi)
2.definisi konsepsional kreativitas, menjelaskan definisi operasional kreativitas
3.definisi kreativitas menurut clark, menjelaskan definisi kreativitas menurut clark

Kreativitas merupakan kelompok kedua yang dimiliki seseorang berbakat dalam kreativitas sebagai kemampuan umum untuk menciptakan sesuatu yang baru, sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk dilihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya.

Kreativitas adalah hasil dari interaksi antara individu dan lingkungannya. Seseorang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan dimana ia berada, dengan demikian baik perubah di dalam individu maupun di dalam lingkungan dapat menunjang atau dapat menghambat upaya kreatif. Implikasinya ialah bahwa kemampuan kreatif dapat di tingkatkan melalui pendidikan. Mengingat bahwa kreatifitas merupakan bakat yang secara potensial di miliki setiap orang, yang diidentifikasi dan dipupuk melalui pendidikan yang tepat sehubungan antara kreativitas dan intelegensi sangatlah meningkat, khususnya sejauh mana intelegensi berpengaruh terhadap kretivitas seseorang yang dilihat berdasarkan model struktur intelek yang membedakan antara berfikir konvergen dan divergen.

Kemamapuan berfikir konvergen mendasari tes interigensi tradisonal dan kemampuan berfikir divergen merupakan indikator dari kreativitas sehubung dengan masalah dimensionalitas intelegensi-kreativitas dalam penelitian utami muhandar (1977). Tujuan pendidikan pada umumnya ialah menyediakan lingkungan yang memungkinkan setiap orang dapat mengembangkan bakat dan kemampuannya secara optimal, sehingga ia dapat mewujudkan dirinya dan berfungsi sepenuhnya, sesuai dengan kebutuhan pribadinya dan kebutuhan masyarakat. Keberbakatan merupakan perpautan antara kemampuan umum atau inteligensi, kreativitas (baik kemampuan berfikir kreatif maupun sikap kreatif) dan pengikatan diri terhadap tugas (task-commitment) atau motivasi internal, yang juga merupakan non-aptitude (afektif).

Salah satu kendala konseptual utama terhadap studi kreativitas adalah pengertian tentang kreativitas sebagai sifat yang di warisi oleh sesorang yang berbakat luar biasa atau genius. Kreativitas diasumsikan sebagai sesuatu yang dimiliki atau tidak dimiliki, dan tidak banyak yang dapat dilakukan melalui pendidikan untuk memengaruhinya. Kemampuan berfikir divergen dan kreatif, yaitu menjajaki berbagai kemungkinan jawaban atas suatu masalah, jarang di ukur. Dengan demikian, pengembangan kemampuan mental-intelektual secara utuh diabaikan.
Sebab utama lain dari kurangnya dunia pendidikan dan psikologi terhadap kreativitas terletak pada kesulitan merumuskan konsep kreativitas itu sendiri, harus di akui bahwa memang sukar untuk menetukan satu definisi yang operasional dari kreativitas, kaerna kreativitas merupakan konsep yang majemuk dan multi-dimensional, lepas dari kesulitan dalam terminologi (daya cipta, daya kreasi, atau kreativitas). Baik faktor lingkungan maupun faktor motivasi dan temperamen mempunyai peran penting dalem produktivitas kreatif.

Dalam masa sekarang dengan kemajuan dan perubahan yang begitu cepat dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan, pendidik tak mungkin dapat meramalkan dengan tepat macam pengetahuan apa yang akan dibutuhkan seseorang lewat sepuluh tahun atau lebih untuk dapat menghadapi masalah-masalah kehidupan. Kemampuan dan kepribadian sampai tingkat tertentu dipengaruhi oleh lingkungan seperti keluarga dan tempat kita menuntut ilmu. Kedua lingkungan pendidikan ini dapat berperan penting sebagai pendorong (press) dalam mengembangkan kreativitas seseorang.

Setiap orang pada dasarnya memiliki bakat kreatif dan kemampuan untuk mengungkapkan dirinya secara kreatif, meskipun masing-masing dalam bidang dan dalam kadar yang berbeda-beda. Yang terutama penting bagi dunia pendidikan ialah bahwa bakat tersebut dapat dan perlu dikembangkan dan ditingkatkan. Sehubung dengan pengembangan kreativitas, kita perlu meninjau empat aspek dari kreativitas, yaitu pribadi, pendorong, proses dan produk (4P dari kreativitas).

1.Pribadi
Kreativitas adalah ungkapan (ekspresi) dari keunikan individu dalam interaksi dengan lingkungannya. Ungkapan kreatif ialah yang mencerminkan orisinalitas dari individu tersebut. Dari ungkapan pribadi yang unik inilah dapat diharapkan timbulnya ide-ide baru dan produk-produk yang inovatif. Kreatifitas dimulai dengan kemampuan individu untuk menciptakan sesuatu yang baru. Biasanya seorang individu yang kreatif memiliki sifat yang mandiri. Ia tidak merasa terikat pada nilai-nilai dan norma-norma umum yang berlaku dalam bidang keahliannya. Ia memiliki sistem nilai dan sistem apresiasi hidup sendiri yang mungkin tidak sama yang dianut oleh masyarakat ramai. Seperti yang diungkapkan (Selo Soemardjan 1983), Kreativitas merupakan sifat pribadi seorang individu (dan bukan merupakan sifat social yang dihayati oleh masyarakat) yang tercermin dari kemampuannya untuk menciptakan sesuatu yang baru. Dimensi kepribadian/ motivasi memiliki ciri-ciri yang meliputi fleksibelitas, toleransi terhadap kekhawatiran, dorongan untuk berprestasi dan mendapat pengakuan, keuletan dalam menghadapi rintangan dan mengambil resiko moderat.

2.Pendorong
Bakat kreatif seseorang akan terwujud jika adanya dorongan dan dukungan dari lingkungannya, ataupun ada dorongan yang kuat dalam dirinya sendiri (motivasi internal) untuk menghasilkan sesuatu. Bakat kreatif akan berkembang dalam lingkungan yang mendukung tetapi dapat pula terhambat dalam lingkungan yang tidak menunjang. Didalam lingkungan keluarga, di sekolah, di dalam lingkungan pekerjaan maupun di dalam masyarakat harus ada penghargaan dan dukungan terhadap sikap dan perilaku kreatif individu atau kelompok individu. Timbul dan tumbuhnya kreativitas dan selanjutnya berkembangnya suatu kresi yang diciptakan oleh seseorang individu tidak dapat luput dari pengaruh kebudayaan serta pengaruh masyarakat tempat individu itu hidup dan bekerja (Selo Soemardjan 1983).

3.Proses
Untuk mengembangkan kreativitas, setiap orang perlu mendapatkan kesempatan untuk bersibuk diri secara kreatif. Kebebasan berkreatif itu sangat penting, karena kreativitas merupakan alat untuk mengekspresikan diri dengan lingkungan dan itu termasuk dalam persyaratan untuk mengembangkan kreativitas. Pertama-tama yang perlu diperhatikan adalah menyibukan diri secara kreatif tanpa perlu selalu atau terlalu menuntut dihasilkannya produk-produk kreatif yang bermakna. Hal itu akan datang dengan sendirinya dengan situasi yang menunjang, menerima dan menghargai. Seperti yang diungkapkan (Rogers, 1982), Proses kreatif sebagai “ munculnya dalam tindakan suatu produk baru yang tumbuh dari keunikan individu di satu pihak, dan dari kejadian, orang-orang, dan keadaan hidupnya dilain pihak”. Adapun langkah-langkah proses kreatif menurut Wallas (1926) yang sampai sekarang masih diterapkan dalam pengembangan kreativitas yang meliputi tahap persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi.

4.Produk
Kondisi pribadi dan kondisi lingkungan menjadi peran penting dalam menentukan sejauh mana keduanya mendorong seseorang untuk melibatkan dirinya dalam proses (kesibukan, kegiatan) kreatif. Dengan memiliki bakat dan ciri-ciri pribadi kreatif serta dengan adanya dorongan (internal maupun eksternal) untuk bersibuk diri secara kreatif, maka produk-produk kreatif yang bermakna dengan sendirinya akan timbul. Tunjukan dan hargai kreativitas seseorang, maka akan membantu untuk menggugah minat lebih banyak lagi orang untuk berkreasi. Produk baru dapat disebut karya kreatif jika mendapatkan pengakuan (penghargaan) oleh masyarakat pada waktu tertentu (Stein, 1963). Namun menurut ahli lain pertama-tama bukan suatu karya kreatif bermakna bagi umum, tetapi terutama bagi si pencipta sendiri. Rogers (dalam Vernon, 1982) mengemukakan kriteria untuk kreatif ialah :
a.Produk itu harus nyata (observable).
b.Produk itu harus baru.
c.Produk itu adalah hasil dari kualitas unik individu dalam interaksi dengan lingkungannya

Kretivitas merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan sifatnya terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu: berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic function of thingking, feelings, sensing and intuiting)” (Jung 1961, Clark 1986). Memberikan perhatian khusus kepada seseorang yang memiliki bakat dibenarkan, karena memberikan manfaat dan kepentingannya untuk seluruh masyarakat. Namun ada beberapa kendala mengenai “bakat intelektual” bahkan justru dianggap sebagai suatu ancaman, dan dituduh akan mengembangkan kelompok elite jika kita memberikan pelayanan pendidikan khusus sesuai dengan bakat dan kemampuan mereka? Kenyataan menunjukan bahwa pengadaan program yang memadai bagi yang berbakat tidak menghasilkan sikap keangkuhan yang dikhawatirkan, tetapi justru menghasilkan hubungan sosial dan sikap yang lebih baik dari yang berbakat terhadap orang lain (Clark, 1983).


Menurut Clark mereka yang berbakat, jika diberikan kesempatan dan pelayanan pendidikan yang sesuai akan dapat memberi sumbangan yang bermakna kepada masyarakat dalam semua bidang usaha manusia. Masyarakat membutuhkan orang-orang yang memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menghadapi tuntutan masa depan secara inovatif. Jadi tidak dibenarkan bahwa seseorang yang memiliki bakat akan dapat mencapai prestasi tinggi dengan sendirinya dan tidak memerlukan perhatian serta pelayanan pendidikam khusus (Utami Muhandar, 1983).
Kebutuhan sosial akan kreativitas dirasakan dimana-mana, dan tampak dalam sistem pendidikan, penggunaan waktu luang, pengembangan ilmu pengetahuan, pemimpin perusahan dan dalam kehidupan berkeluarga. Makna dari pengembangan kreativitas berkaitan dengan kualitas perwujudan diri, peningkatan kemampuan berpikir kreatif, kepuasan dalam menciptakan dan meningkatkan kualitas hidup. Teori psikoanalisis menekan peranan alam pikiran tidak sadar dalam timbulnya kreativitas, sedangkan teori humanistik lebih merlihat kreativitas sebagai sesuatu yang
dilakukan secara sadar dan intensional.



II. Teori- teori mengenai kreativitas

1. Menjelaskan teori- teori yang melandaskan pengembangan kreativitas menurut:

A. Teori Psikoanalisis
            Pribadi yang kretif dipandang sebagai seorang yang pernah mengalami traumatis, yang dapat memunculkan gagasangagasan yang disadari dan tidak disadari, serta bercampur menjadi satu antara pemecahan inovatif dan trauma.

Teori ini terdiri dari:

-Teori Freud
            Freud menjelaskan proses kretif dari mekanisme pertahanan (defence mechanism). Freud percaya bahwa meskipun kebanyakan mekanisme pertahanan menghambat tindakan kreatif, mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab utama kreativitas karena kebutuhan seksual tidak dapat dipenuhi, maka terjadi sublimasi dan merupakan awal imajinasi.
          Macam mekanisme pertahanan:
-Represi  Regresi
-Konpensasi  Proyeksi
-Sublimasi  Pembentukan reaksi
-Rasionalisasi  Pemindahan
-Identifikasi  Kompartementalisasi
-Introjeksi

-Teori Ernst Kris
            Ernst Kris (dalam Basuki, 2010) menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi muncul seiring memunculkan tindakan kreatif. Orang yang kreatif menurut teori ini adalah mereka yang paling mampu memanggil pikiran tidak sadar. Seorang yang kreatif tidak mengalami hambatan dalam pemikirannya. Mereka dapat menghadapi masalamasalah serius yang dihadapi dalam kehidupannya dengan cara yang segar dan inovatif, melakukan regresi demi bertahannya ego (Regression in The Survive of The Ego).

-Teori Carl Jung
            Carl Jung (dalam Basuki, 2010) percaya bahwa alam ketidaksadaran (ketidaksadaran kolektif) memainkan peranan yang amat penting dalam pemunculan kreativitas tingkat tinggi. Dari ketidaksadaran kolektif ini timbil penemuan, teori, seni dan karyakarya baru lainnya.



B. Teori Humanistik
            Teori Humanistik melihat kreativitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis pada tingkat tinggi.
        Teori Humanistik meliputi:
-Teori Maslow
            Abraham Maslow (dalam Basuki, 2010) berpendapat bahwa manusia mempunyai nalurinaluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan yaitu kebutuhan fisik atau biologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa dimiliki (sense of belonging) dan cinta, kebutuhan akan penghagaan dan harga diri, kebutuhan aktualisasi atau perwujudan diri, Kebutuhan estetik. Kebutuhankebutuhan tersebut mempunyai urutan hierarki. Keempat Kebutuhan pertama disebut kebutuhan “deficiency”. Kedua Kebutuhan berikutnya (aktualisasi diri dan estetik atau transendentasi) disebut kebutuhan “being”. Proses perwujudan diri berkait erat dengan kreativitas. Bila bebas dari neurosis, orang yang mewujudkan dirinya mampu memusatkan dirinya pada yang hakiki.

-Teori Rogers
            Carl Rogers (dalam Basuki, 2010) tiga kondisi internal dari pribadi yang kreatif yakni keterbukaan terhadap pengalaman, kemampuan untuk menilai situasi patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation), kemampuan untuk bereksperimen. Ketiga ciri atau kondisi tersebut merupakan dorongan dari dalam (internal press) untuk berkreasi.

C. Teori Cziksentmihalyi
            Ciri tumbuhnya kreativitas pada individu yakni Predisposisi genetis (genetic predisposition), mempunyai minat pada usia dini pada ranah tertentu sehingga mencapai kemahiran dan keunggulan kreativitas; mempunyai akses terhadap suatu bidang dengan Adanya sarana dan prasarana serta adanya Pembina atau mentor dalam bidang yang diminati sangat membantu pengembangan bakat; Access to a field (Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman sejawat, tokohtokoh penting dalam bidang yang digeluti, memperoleh informasi yang terakhir, mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan pakarpakar dalam bidang yang diminati sangat penting untuk mendapatkan pengakuan, penghargaan dari orangorang penting).










Daftar Pustaka

Rogers, C. 1982. “Towards a Theory of Creativity.” Dalam P.E Vernon (Ed.), Creativity. Middlesex: Penguin Books.
Utami Muhandar, S.C. 1977. Creativity and Education. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Utami Muhandar, S.C. 2009. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.
Afifa, Nindah Nur. (2007). Peran seni dalam mengembangkan kreatifitas siswa. http://media.diknas.go.id/media/document/5465.pdf.
Basuki, Heru. (2010). Teori-Teori Mengenai Kreativitas. http://v-class.gunadarma. ac.id/ mod/resource/view.php?id=15524.
Munandar, Utami. (2002). Kreativitas dan keberbakatan strategi mewujudkan potensi kreatif dan bakat.http://www.maindexchange.com/index2.php?option=com_ docman& task=doc_view&gid=99&Itemid=28.
www.labschool-unj.sch.id/smpjkt/materi_download.php?id=7.




Senin, 08 Desember 2014

Film Lie to me episode 8 season 2 ( secret santa )

Dr. Cal Lightman (Tim Roth), seorang deception expert, ahli dalam mengetahui kebohongan orang lain hanya melalui reaksi. Dia dipandang sebagai deception expert terbaik di dunia, sehingga FBI, pihak militer AS, bahkan sampai presiden memakai jasanya untuk memecahkan kasus sulit, yang berkaitan dengan kebohongan, kejujuran, kecurigaan, dan kepercayaan. Kasus-kasus mulai dari membedakan saksi mana yang berbohong dan berkata jujur dalam penyelidikan pembunuhan, konfirmasi apakah anggota CIA AS yang kedapatan mendukung militan Afghanistan telah berkhianat atau memang sedang tugas menyamar, sampai dimintai pendapat profesional mengenai calon senator yang layak dan tidak. Semua kasus dipecahkan dengan membuka kebohongan orang.
Microexpression adalah keahlian Cal. Microexpression (ekspresi mikro) adalah ekspresi yang terjadi secara spontan, langsung, dan cepat pada seseorang sebagai reaksinya dalam merespon informasi yang timbul saat seseorang berusaha menyembunyikan atau menahan ekspresi makro mereka. Microexpression yang sering muncul adalah gerakan bibir, kerutan wajah, pupil mata. Berulang kali ditegaskan dalam dialog, bahwa Microexpression tidak dapat dipalsukan, ditahan, dan bersifat universal, tidak terpengaruh budaya dan tipe orang.
sinopsis  lie to me episode secret santa
selama liburan Dr. cal lightman pergi ke afganistan untuk membantu dalam misi penyelamatan dua marinir yang ditangkap, dan satu satunya sumber kecerdasan adalah ekpatriat Amerika. cal dikirim ke sebuah pos marinir AS ditengah gurun dekat kabul, cal ditugaskan mengungkapkan kebenaran tentang cover dalam operasi AS yang ditinggalkan untuk mati dan harus bergabung ke taliban untuk bertahan hidup.
dalam episode ini Dr.cal melalukan introgasi sebagai metode terhadap frangko (glen welsh) seorang marinir yang ditahan. dalam metode ini banyak mikroexpression yang ditemukan setiap dialog yang dilakukan cal dengan frangko. sering terjadi defleksi, pertanyaan yang diutarakan menguangkap kebeneran namun menutupi kebohongan itu yang sering dilakukan frangko, saat introgasipun frangko lebih sering matanya akan bergulir ke kanan (kiri anda) itu adalah ciri kebohongan.
sering dijumpai mikroekspression frangko yang sedang marah (alis kebawah dan menyatu, mata terbuka,bibir menyempit), terkadang pula takut (alis mata naik dan menyatu bersamaan,kelompak mata naik,kelompak mata bawah menegang, bibir sedikit horizontal kearah telinga) kadang pula frangko sedih saat cal menanyakan pertanyaan yang berhubungan dengan bibi wendy(pengasuhnya sejak kecil) ekspresi sedih frangko terlihat saat (kelopak mata atas terkulai, kehilangan fokus dimata, sedikit ditarik kebawah sisi - sisi bibir).


Dr. cal tidak mendapatkan informasi karena frangko selalu berbohong dan menutupi kebeneran, akhirnya Dr. cal mencoba menawarkan bahwa frangko boleh saling bertanya kepada dia tapi janji harus kebenaran.sosok Dr.cal seolah olah menjadi pelindung frangko, dan akhirnya frangko menceritakan apa yang dia ingat dan ditemukan camera pelacak di badan frangko oleh Dr. cal


Ed komisly seorang departemen pertahanan ternyata ada dibalik ini, dia ternyata kenal dan tau dengan bibi wendy (pengasuh frangko) dan dia kenal dengan orang tua asli frangko (glen weshly), semua terungkap saat ekspresi yang dikeluaran ed komisly cemas (bicara gugup, mata melirik ke semua arah, meninggalkan tempat). bibi wendy pun di introgasi dan menjawab dengan gugup mengeluarkan ekpresi takut menatap ed. Dr. cal lalu memberitau yang sebenarnya kepada kedua orang tua frangko (glen weshly) bahwa sebenernya glen belum meninggal, yang orang tua tau glen sudah meninggal saat  dirumah saki, namun kenyataannya tidak seperti itu, saat malam natal dr. cal berkunjung ke kediaman orang tua glen disana bertemu ed dan ed memaksa cal tidak menceritakannya kepada kedua orang tua glen karena dia menganggap ini kehormatan negara, namun cal  tidak mendengarkannya dia mengetuk pintu dan ed memanggil cal lalu ed menyerah dia yang akan menceritakan kebenaran terhadap kedua orang tua frangko (glen weshly). Dr. cal pergi meninggalkan 1 kebohongan dengan anak perempuannya yang sudah diketahui kebohongannya oleh anak perempuannya, namun saat pesta malam itu Dr. cal meminta maaf kepada emily anaknya.