Minggu, 24 Januari 2016

Psikoterapi : Psikologi klinis dalam internet



Psikoterapi dengan bantuan internet

Psikoterapi merupakan serangkaian  metode berdasarkan ilmu-ilmu psikologi yang digunakan untuk mengatasi gangguan kejiwaan atau mental seseorang. Psikoterapi dengan bantuan internet bisa menjadi alternatif solusi. Meski awalnya psikoterapi hanya bisa dilakukan melalui tatap wajah (face to face), kini psikoterapi bisa dilakukan melalui hubungan jarak jauh seiring  berkembangnya teknologi internet. Komputer sebagai media komunikasi,yaitu komunikasi antara seseorang individu dan individu lain dilakukan melalui komputer. Teknologi online juga membuat sangat sederhana untuk berpartisipasi dalam dukungan komunitas dan kelompok. Walaupun internet dikembangkan pada tahun 1960 penelitian lain yang menunggunakan komputer untuk membiarkan individu berkomunikasi atau berbicara untuk perangkat lunak Program.

Contoh bentuk aplikasi psikoterapi dengan bantuan internet :

1. E-Counseling

Layanan E-Counseling merupakan salah satu bentuk nyata aplikasi internet dalam bidang psikologi. E-Counseling merupakan layanan internet yang menawarkan suatu proses psikoterapis yang menggunakan suatu media komunikasi yang baru, dimana melalui media terseut mereka dapat memberikan interferensi psikoterapi. Pada awalnya konseling hanya sebatas pertemuan tatap muka antara konselor dan klien, namun saat ini konseling juga dapat diselenggarakan dengan berbagai media yang memungkinkan hubungan konseling jarak jauh (Prayitno, 2012:136).
Beberapa keuntungan yang diperoleh melalui konseling secara online :
·        Terdapat rekaman yang permanen selama proses konseling berlangsung, sehingga hal ini akan sangat bermanfaat bagi klien, konselor, maupun supervisor konselor.
·        Seni mengetik akan membantu individu untuk merefleksikan pengalamannya.
·        Klien dapat mengekspresikan perasaannya dalam kondisi "sekarang", sehingga klien dapat segera mengetik dan mengirimkan email ketika sedang merasa depresi atau mengalami gejala panik tanpa harus menunggu sesi konseling berikutnya (Murphy and Mitchell, dalam John McLoed, 2009:553). 

2. Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Berbasis Komputer

Menurut jurnal yang ditulis oleh Zakiyah dalam judulnya "Pengaruh dan Efektifitas Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Berbasis Komputer Terhadap Client Cemas dan Depresi", mengatakan bahwa kecemasan dan depresi merupakan bentuk gangguan jiwa yang paling umum terjadi. Perawatan dan pengobatan yang efektif untuk gangguan cemas dan depresi sangat diperlukan agar individu yang mengalami gangguan tersebut dapat kembali produktif dalam memenuhi kebutuhan hidup, sehingga ia tidak bergantung pada orang lain, dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa :
·        CBT merupakan gabungan terapi kognitif dan terapi perilaku yang dirancang untuk merubah pola pikir negatif menjadi positif sehingga individu memiliki kemampuan untuk bereaksi secara adaptif dalam menghadapi masalah atau situasi sulit dalam setiap fase kehidupan.
·        CBT efektif dan banyak dilakukan pada pasien-pasien gangguan mental atau kecemasan.
·        CBT belum dapat diaplikasikan secara optimal karena adanya keterbatasan biaya, akses dan praktisi ahli.
·        CBT efektif dalam menurunkan gejala depresi, kecemasan dan efisien dari segi biaya.
3. Test Personality Plus Berbasis Web

Aplikasi ini memudahkan pengguna untuk melakukan tes kepribadian tanpa menggunakan kertas sehingga hasilnya pun dapat langsung diperoleh. Melalui aplikasi ini, diharapkan pengguna dapat menambah pengetahuan tentang macam-macam kepribadian seseorang dan memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi.Psikoterapi ini bermanfaat untuk orang-orang yang malu untuk berkonsultasi secara langsung dan juga bagi orang-orang yang sulit untuk dijangkau oleh terapis

4. ELIZA
Perangkat lunak ini disebut ELIZA,adalah sebuah program perangkat lunak yang ditulis oleh Joseph Weizenbaum di 1960 untk meniru komunikasi seorang terapis.Ini adalah contoh pertama dari komputer dimediasi interaksi menggunakan bentuk yang sangat sederhana dari psikoterapi.

5. E- TERAPI
E-Terapi,adalah sebuah modalitas psikoterapi baru yang menyediakan klien cara mengakses seorang profesional kesehatan mental secara online.e-terapi yang sering dilakukan melalui komunikasi e-mail dengan terapis,hal ini juga dapat termasuk chat dan koferensi video, meskipun ini kurang sering digunakan.Juga disebut sebagai terapi online.


Kelebihan dan kekurangan(keterbatasan) dari psikoterapis online
KELEBIHAN : 
  1. Menghemat waktu.
  2. Cocok untuk orang yang memiliki kepribadian tertutup.
  3. dapat mengikuti tes secara gratis
  4. hasilnya dengan cepat dapat diketahui
  5. dapat melakukan test berkali-kali
KEKURANGAN
  1. Sang terapis kurang tahu lebih dalam tentang kondisi pasien.
  2. Terapis tidak tahu bahasa tubuh pasien, karena selain mendengarkan konsultasi dari pasien, terapis juga harus melihat bahasa tubuh pasien.
  3. hasil yang didapatkan kurang akurat karena kita tidak dapat berkonsultasi kepada psikolog secara langsung
  4. Alat tes psikologi bisa saja jadi tak rahasia lagi,dan lain sebagainya.

Kesimpulan

Psikoterapi dengan bantuan internet merupakan metode berdasarkan ilmu psikologi yang digunakan untuk mengatasi gangguan kejiwaan atau mental secara online atau berbasiskan internet, tanpa harus bertatap muka secara langsung antara klinisi dengan klien. Psikoterapi online sangat memudahkan juga menguntungkan bagi keduanya karena klien dapat mencurahkan segala perasaannya kapanpun, selain itu dari segi jarak tempuh dimana klien tidak perlu mendatangi konselor ataupun sebaliknya, proses yang begitu cepat dan juga sangat efisien.

Sumber :
https://rofifahmalihah.wordpress.com/2015/01/06/psikoterapi-psikologi-klinis-dalam-internet/
http://jovitahandaru.blogspot.co.id/2015/01/psikoterapi-psikologi-klinis-dalam.html
https://carneliaputri.wordpress.com/2014/01/01/psikoterapi-psikologi-klinis-dalam-internet-3/
http://www.psychologicalscience.org/journals/cd/12_1/Taylor.cfm


Tim Penyusun :


NAMA
NPM
JOBDESK
LINK
DANIELLA MEIRA GHEA ANGGARANI
EDITING
http://daniellaanggarani.blogspot.co.id
DIAN RATNASARI
TYPING
http://dianratnasari08.blogspot.co.id
ERNA USMAN
SEARCHING
http://usmanerna.blogspot.co.id
REVISHA AVENIA
TYPING
http://revishaavenia.blogspot.co.id




Selasa, 24 November 2015

2PA07_Tugas III_Kelompok 7_Mengembangkan kepercayaan dalam tim virtual


MENGEMBANGKAN KEPERCAYAAN DALAM TIM VIRTUAL


TIM PENYUSUN


NAMA
NPM
JOBDESK
LINK
DANIELLA MEIRA GHEA ANGGARANI
12514525
EDITING
http://daniellaanggarani.blogspot.co.id
DIAN RATNASARI
12514998
TYPING
http://dianratnasari08.blogspot.co.id
ERNA USMAN
13514634
SEARCHING
http://usmanerna.blogspot.co.id
REVISHA AVENIA
19514124
TYPING
http://revishaavenia.blogspot.co.id

FUNGSI SOSIAL DARI INTERNET DALAM BERINTERAKSI DENGAN INDIVIDU LAIN
MENGEMBANGKAN KEPERCAYAAN DALAM TIM VIRTUAL

Tim Virtual adalah sebuah tim yang dibentuk karena adanya keterbatasan waktu dan ruang dan tidak dapat bersatu secara fisik antara satu sama lain sehingga dibuatlah Tim Virtual menggunakan jaringan komputer agar dapat mencapai tujuan bersama. Tim Virtual biasanya dibuat ketika sekelompok orang ingin mengerjakan tugas kelompok atau hanya sekedar ingin berbagi informasi. Berikut adalah beberapa perbedaan dan persamaan Tim Virtual dengan tim yang bertemu secara fisik, antara lain:

Persamaan
1.       Adanya tujuan  yang ingin dicapai  bersama
2.       Adanya komunikasi dari setiap anggota tim
3.       Memerlukan adanya diskusi tim
4.       Kepercayaan dalam tim

  Perbedaan
1.       Kontak sosial yang terbatas pada tim virtual
2.       Ruang dan waktu
3.       Tingkat emosional setiap anggota

Rasa saling percaya disetiap anggota tim sangatlah diperlukan, agar tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud secara maksimal. Namun dengan kurangnya kontak sosial, rasa saling percaya antar anggota tim dapat berkurang sehingga kemungkinan untuk gagal sangatlah mungkin dalam tim virtual. Dalam mengatasi hal ini saya memiliki beberapa cara agar rasa saling percaya dari setiap anggota tim dapat tumbuh sehingga tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud secara maksimal, berikut caranya:

1.       Pemimpin yang kompeten
Adakalanya anggota tim akan patuh dan percaya kepada pemimpinnya jika pemimpin itu mempunyai kompetensi yang lebih seperti keterampilan dan pengalaman yang sangat memadai.

2.        Membagi tugas dengan rata
Menurut saya pembagian tugas merupakan salah satu faktor timbulnya kepercayaan dalam tim virtual. Ketika seorang anggota tim merasa tugasnya lebih berat daripada yang lain, orang tersebut akan berprasangka buruk terhadap anggota yang lain seperti prasangka adanya hubungan khusus antara pemimpin dan salah satu anggota lainnya.

3.       Keaktifan setiap anggota
Setiap anggota tim harus aktif dalam forum diskusi yang sudah direncanakan. Dalam setiap pertemuan virtual tersebut setiap anggota harus menjelaskan hasil pekerjaan yang telah ia kerjakan dan jika terjadi kesalahan dapat dilakukan evaluasi dan  harus berperan aktif dalam memberi masukan-masukan terhadap evaluasi tersebut sehingga timbulnya kepercayaan antara aggota dengan anggota maupun anggota dengan pemimpin.

Kerjasama merupakan hal terpenting dalam sebuah tim, baik itu tim virtual maupun tim face to face. Karena dengan adanya kerjasama setiap anggota tim, akan memunculkan rasa kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama yang ingin diraih. Sekian pernjelasan dari saya mengenai hal-hal yang dapat membangun kepercayaan dalam Tim virtual.

5 tantangan
Saya ingin berbagi 5 tantangan yang saya hadapi membangun virtual team untuk sebuah start-up di Silicon Valley: gabungan developer, tester, dan customer service di China, India, Mexico, dan Turki.
a.      Communication
Mungkin ini salah satu hal yang paling sering mengakibatkan sakit kepala adalah komunikasi. Bagi yang sudah berpasangan, Anda pasti tahu betapa sulitnya berkomunikasi secara jelas dengan pasangan Anda. Hanya saja di dalam perusahaan masalah komunikasi biasanya jauh lebih rumit. Karena komunikasi yang kurang baik, sering terjadi software yang dihasilkan berbeda jauh dari apa yang diminta klien.
Keadaan ini menjadi lebih rumit, ketika ada variabel baru di mana anggota tim tidak punya satu bahasa yang sama: language barrier. Dokumen yang Anda tulis dalam bahasa Inggris belum tentu dapat dimengerti sepenuhnya oleh rekan kerja di Vietnam, misalnya. Begitu pula Anda mungkin sampai pada kesimpulan yang kurang tepat setelah membaca imel bahasa Inggris dari rekan kerja di China. Walau tidak ada solusi instan, penggunaan gaya bahasa sangat sederhana dan sering memberikan contoh pendukung yang jelas (seperti diagram,screenshotwireframe, dsb) —asal jangan over-communicate, dapat mengurangi kesalahpahaman dan kerancuan.
b.      Cultural Awareness
Selain komunikasi, toleransi dan pengetahuan akan budaya lain juga perlu diperhatikan. Cara penyampaian intensi baik di daerah A bisa diterima sebaliknya bila diterapkan di B. Erat kaitannya dengan komunikasi, terjemahan langsung atau direct translation dari satu bahasa ke bahasa lain tanpa memperhatikan konteks juga dapat menambah probabilitas salah pengertian antara anggota.
Satu anekdot: Pernah satu hari, rekan customer support di India mengakhiri sesi chat dengan manajernya, orang Amerika, dengan “Hope you have a busy day!” Walau ungkapan tersebut bermaksud ramah di daerah di mana rekan tersebut dibesarkan, lucu juga melihat manajernya terkejut dan dengan besar hati berusaha mencoba mengerti tanpa bergegas marah.
Pengadaan pedoman komunikasi (imel, sambutan, dll) ketika mulainya terbentuk tim terbukti dapat membantu mengurangi kesalahpahaman akibat perbedaan budaya. Kecuali memang seseorang sengaja bertindak tidak sepantasnya, biasanya dengan cukup waktu dan trial-and-error, kesadaran budaya ini biasanya dapat dipelajari dan dipraktekan dengan baik.
c.       Self Motivation
Tidak semua orang berfungsi dengan baik dalam virtual team di mana setiap individu diharapkan bersifat self-motivated dan mampu bekerja secara mandiri tanpa pengawasan atau struktur eksternal. Faktor penting berikutnya adalah result-oriented, karena tidak ada rekan di sekitar yang sadar betapa intensifnya seseorang berusaha menyelesaikan tugas kecuali pada akhirnya dia dapat mendemonstrasikan hasil akhirnya dengan jelas.
d.      Logistics
Pukul 8 malam hari Minggu di Silicon Valley = pukul 11 pagi hari Senin di pulau Jawa. Perbedaan time zone yang besar ini sering menjadi tantangan yang seru dalam segi pengaturan resources. Seandainya para developer di Jakarta perlu keputusan dari San Francisco untuk menyelesaikan suatu masalah, seseorang perlu memastikan ketergantungan ini bisa segera diselesaikan supaya tidak ada waktu yang terbuang percuma. Jika tidak, developer di Jakarta sudah siap kerja (Senin pagi) tapi perlu menunggu product manager-nya masih pesta di San Francisco (Minggu malam); setelah keputusan sudah terbentuk hari Senin di Amerika, pelaksanaannya akan tertunda menunggu developer di Jakarta siap kembali. Keterlambatan yang biasanya terjadi dalam jam, kini bisa menjadi hari.
e.       Trust
Ini tentunya tantangan yang paling besar untuk membentuk virtual team (apa saja, sebetulnya): memupuk kepercayaan atau trust di antara anggota tim. Trust sangatlah penting untuk mendukung semua point di atas: sebagai basis untuk komunikasi yang terbuka dan menyangga motivasi semua individu yang bersangkutan. Tanpa diragukan, trust memerlukan perhatian khusus di setiap titik perkembangan tim Anda.
Terlepas dari challenges di atas, keberhasilan (termasuk proses untuk mencapainya) untuk membangun virtual team yang sukses sungguhlah berharga. Masing-masing tim member mendapat kesempatan untuk lansung terjun belajar berkomunikasi dengan lebih efektif, meningkatkan kesadaran akan budaya lain, dan mempersiapkan diri untuk proses kolaborasi di dalam pasar global. Belakangan ini saya menemukan kalau pengalaman ini bisa menjadi nilai tambah yang besar dalam résumé Anda.

Referensi :

Rabu, 21 Oktober 2015

2PA07-TUGAS II -KELOMPOK 7-ASPEK DEMOGRAFIS INDIVIDU PENGGUNA INTERNET


Aspek Demografis dari Individu Pengguna Internet yang Dipengaruhi oleh Gender

            Internet merupakan hal yang penting bagi manusia di masa kini. Manusia menggunakan internet dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam ilmu pengetahuan, pendidikan bahkan dalam aspek sosial. Keterkaitan manusia dengan internet sudah sangat mengglobal karena dengan menggunakan internet kita dapat mengakses berbagai situs dari seluruh dunia.

            Dalam internet ada beberapa hal yang mempengaruhi interaksi manusia dan internet seperti gender, usia dan budaya. Hal - hal ini mungkin terlihat sepele dan tidak relevan tetapi hal - hal ini memiliki kaitan yang erat dalm interaksi manusia dan internet.

            Dalam kesempatan ini, kelompok kami akan membahas dari segi gender.
Gender dalam sosiologi mengacu pada sekumpulan ciri - ciri khas yang dikaitkan dengan jenis kelamin individu (seseorang) dan diarahkan pada peran sosial atau identitasnya dalam masyarakat. WHO memberi batasan gender sebagai “seperangkat peran, perilaku, kegiatan, dan atribut yang dianggap layak bagi laki - laki dan perempuan, yang dikonstruksi secara sosial, dalam suatu masyarakat.

·   Berdasarkan aspek intensitas penggunaan internet, sebagian besar remaja perkotaan lebih sering   mengakses internet di warnet meskipun di sekolah mereka terdapat fasilitas internet yang dapat dimanfaatkan secara free (baik di laboratorium komputer atau perpustakaan sekolah). Frekuensi internet yang digunakan bagi remaja  perkotaan yang sering mengakses internet di rumah cenderung lebih sering dengan            durasi setiap kali mengakses internet lebih lama dibandingkan dengan remaja perkotaan yang sering mengakses internet di tempat lainnya, seperti warnet, sekolah atau wifi area.

·    Kalangan remaja di perkotaan menggunakan internet untuk untuk empat dimensi  kepentingan, yaitu informasi (information utility), aktivitas kesenangan (leisure/fun activities), komunikasi (communication), dan transaksi (transactions).

·   Dari jumlah waktu penggunaan internet per bulan menunjukkan bahwa pada umumnya kalangan remaja di perkotaan yang sering mengakses internet di rumah termasuk dalam kategori heavy users (pengguna internet yang menghabiskan waktu lebih dari 40 jam per bulan). Sedangkan remaja di perkotaan yang sering mengakses internet di warnet dan memanfaatkan wifi area publik sebagai tempat akses internet           mereka dikategorikan sebagai medium users (pengguna internet yang menghabiskan waktu antara 10 sampai 40 jam per bulan). Sementara itu, bagi remaja di perkotaan yang sering mengakses internet dengan memanfaatkan layanan internet yang tersedia di sekolah menunjukkan bahwa pada umumnya mereka tergolong sebagai light users (pengguna internet yang menghabiskan waktu kurang dari 10 jam per bulan).

·    Pengaruh gender di internet pada umumnya wanita yang sering bermain dengan internet, misalnya facebook, twitter dan lain - lain. Wanita selalu memposting lebih banyak daripada pria, karena wanita terlalu sensitive pada apa yang sedang terjadi dan  sangat emosional. Pada pria lebih cenderung ke forum atau game online. Pria juga senang berjam - jam untuk melakukan hal itu. Internet juga bisa membuat para pria            terpengaruh oleh fashion jaman sekarang.

Contohnya dari Korea, bisa saja mereka membuat para pria mengenakan fashion itu tetapi dari sudut pandang wanita fashion itu tidak cocok untuk mereka yang pria jantan, contohnya dari gaya rambut. Jaman sekarang para pria banyak yang mengikuti gaya rambut dari negara luar, padahal gaya rambut itu membuat mereka terlihat seperti wanita. Semakin berkembangnya internet dan globalisasi membuat banyak yang pria seakan - akan menjadi wanita dan wanita seperti pria.

Penelitian yang dilakukan oleh Straub, dkk menyatakan bahwa wanita lebih banyak memperoleh manfaat dari hadirnya email. Dengan bertambahnya user wanita berarti adanya pengaruh terhadap efektifitas penerimaan media pada wanita. David menyatakan bahwa meningkatnya efektifitas terhadap media mempunyai korelasi yang tinggi dengan peningkatan manfaat yang diambil (PU). Dari dasar yang telah ada dapat ditarik hipotesa sementara bahwa wanita akan mendapatkan manfaat yang lebih tinggi daripada laki - laki dalam sebuah website.

Untuk kemudahan dalam penggunaan website juga akan dilihat apakah gender pengaruh pada kemampuan seseorang dalam menggunakan sebuah website. Pada penelitian yang dilakukan oleh Lowe dan Krahn menyebutkan bahwa wanita memiliki kecemasan yang lebih tinggi daripada laki - laki dalam menggunakan komputer secara general. Dari dasar yang dijelaskan pada PU, wanita seharusnya menerima fasilitas yang disediakan oleh internet sehingga dapat meningkatkan kenyamanan wanita dengan media elektronik.

TIM PENYUSUN


NAMA
NPM
JOBDESK
LINK
DANIELLA MEIRA GHEA ANGGARANI
12514525
EDITING
http://daniellaanggarani.blogspot.co.id
DIAN RATNASARI
12514998
TYPING
http://dianratnasari08.blogspot.co.id
ERNA USMAN
13514634
SEARCHING
http://usmanerna.blogspot.co.id
REVISHA AVENIA
19514124
TYPING
http://revishaavenia.blogspot.co.id

Referensi:
E worldalternativeenergy.wordpress.com/2013/11/09/psikologi-dan-internet-dalam-lingkup-intrapersonal-3-aspek-psikologis-dari-individu-pengguna-internet-dan-aspek-demografis-dari-individu-pengguna-internet/
 id.wikipedia.org/wiki/Gender_(sosial)
 library.unej.ac.id